|
Hidup Gombal!! (Hikayat Blogombal)
D. Manggala (24 Oktober 2004)
Kadang-kadang, ketika kita lagi iseng browsing internet,
seringkali nemu situs-situs yang bagus atau lucu, serasa menemukan
harta karun (bagi yang doyan harta) atau yang lebih gampang
analoginya, bagaikan menemukan oasis di padang pasir :)
Kebanyakan situs-situs favorit saya, saya letakkan di link
beranda.net ini dan blogombal
ini merupakan blog ketiga setelah blognya
enda dan blognya
alaya. Blognya enda enak dikunjungi karena penuh
dengan info-info terbaru seputar dunia perinternetan, kalau
blognya alaya enak buat liat-liat tempat-tempat yang bagus
di Bali, atau cari ide buat beli novel maupun
nonton film.
Tapi ada apa rupanya sampai blogombal
perlu dibahas khusus? Lha, itu dia...karena blog ini emang
gombal abiss...pemilik blog ini menamakan dirinya Kere Kemplu,
yang - menurut beliau sendiri - banyak membual tak menentu.
Hal-hal yang dibahas banyak rupa warna, dari masalah iklan
cari jodoh, hedonisme, gosip artis, dll.

Kalo diliat dari blognya, kelihatannya Pak De
Kere Kemplu ini handal dibidang desain grafis, bekerja dibidang
itu serta kemungkinan besar sering mondar-mandir Yogyakarta-Jakarta.
Tapi yang paling mengesankan dari blog ini adalah bahasanya;
menggunakan kata-kata ala jaman dahoeloe - jaman kuda minum
vodka - yang lincah, sederhana, cerdas dan segar. Pengen banget
bisa nulis kayak Pak De Kere Kemplu ini deh...kayak ini:
"Catatan pribadi tentang banyak hal
dari sudut pandang yang sangat subyektif, dangkal, naif, dan
pongah – pokoknya gombal total. Maafkanlah saya jika
blog ini bikin Anda kuciwa dan jera. Mohon ampun berlipat
jika Anda malah merasa terkesan."
atau ini:
Anda telat ke sini akan ketinggalan posting terbaru.
Anda terlalu sering datang, saya yang ketinggalan.
Perjumpaan yang sarat harapan memang bisa mendatangkan kekecewaan
Gimana? OK kan? Silahkan deh diliat-liat langsung ke blognya,
ntar kalau kepanjangan reviewnya bisa-bisa lebih panjang lagi
dari blog aslinya.
Terakhir, buat Pak De Kere Kemplu..makasih ya..udah bikin
orang bete jadi ketawa.
|