beranda.net>artikel>relativitas
 

Relativitas

Oleh: D.Manggala (27 Februari 2004)

original picture from (c) FreeFoto.com
 

I

Petruk dan Gareng lagi bengong ngga ada kerjaan…nongkrong siang-siang di bawah pohon mangga di deket kantor kelurahan…

Petruk: “Sampeyan lebih suka Dian Sastro atau Titi Kamal?”

Gareng: “Kalo aku sukanya Inul…”

Petruk: “Sampeyan ini kok ya kampungan banget..Inul kan orang kampung…goyangnya seronok, lagunya dangdut..beda dong ama Dian Sastro..ayu..keren..main pelemnya bagus“

Gareng: “Apa sih? Dian Sastro itu kecil, kurus..ngga bisa nyanyi..ngga kayak Mbak Inul..serba bisa, nyanyi bisa..goyang bisa..main sinetron bisa…pokoknya top!”

Demikianlah, mereka berdebat sampai malam menjelang...

II

Seorang laki-laki menunggu bis di sebuah halte di Fifth Avenue di kota Pittsburgh, sebuah kota di daerah timur Amerika Serikat. Hari itu bulan Oktober…suasana musim gugur sangat kuat terlihat..apalagi setelah musim panas yang panjang sebelum itu. Lelaki itu menaikkan resleting jaketnya..angka di jam tangan dijitalnya menunjukkan temperatur sekitar 6 derajat celcius. “Dingin sekali hari ini..”keluhnya dalam hati. Bis belum datang juga, dan angin sore mulai berhembus pelan-pelan…

Hari ini bulan Februari, tanggal 14. Lelaki yang sama berdiri di depan halte bis di Fifth Avenue di kota Pittsburgh. Dilihatnya penjual bunga ramai dikerubungi para pembeli. Suasana bulan Februari ini memang sedikit lebih cerah setelah selama bulan Januari salju turun dengan deras dan temperatur tak pernah lebih dari -16 derajat celcius. Hari ini tampak cuaca sedikit lebih bersahabat. Ia melirik jam tangan dijitalnya dan tampak temperatur menunjukkan -2 derajat celcius. ”Lumayan…hari ini sudah agak panas.. ” pikirnya senang.

III

Seorang kawan menyalahkan globalisasi sebagai biang bangkrutnya propinsi tempat tinggalnya. Gara-gara globalisasi hampir semua pabrik manufaktur yang dulu ada di sana sekarang pindah ke China atau Vietnam. Bagi dia, globalisasi dan semua perusahaan yang lari ke Asia Timur itu adalah setan.

Sekarang kawan ini bekerja di sebuah pabrik elektronik milik sebuah perusahaan Jepang ternama. Kebetulan perusahaan Jepang ini tahun lalu memutuskan untuk merelokasi pabriknya dari Eropa ke propinsi tempat kawan saya menetap. Bagi kawan saya, perusahaan Jepang ini adalah malaikat penyelamat daerahnya.

IV

Beberapa orang satpam tampak sibuk memisahkan dua orang yang sedang beradu mulut. Tampak direkturnya tergopoh-gopoh mendatangi salah seorang karyawan tersebut.

“ Ada apa?

“Saya marah sekali, Pak...” kata karyawan ini dengan napas tersengal-sengal,“dia bilang agama dia yang paling hebat.”

Direktur tampak tambah heran dan bertanya lagi,” Lalu apa yang membuat anda marah begini?”

“Tentu saja saya marah. Agama saya-lah yang paling hebat!!”