| Sombong
D. Manggala (30 Oktober 2004)
Satu hal yang cukup pasti di dunia ini adalah betapa susahnya
melakukan sesuatu yang sangat gampang kita ucapkan. Misalnya,
kebanyakan dari kita paling sering bilang - tidak suka dengan
orang sombong, arogan, senga', pera', snob, arogan, belagu,
dan berbagai macam derivasinya. Intinya, hampir semua orang
tidak suka dengan orang yang SOMBONG atau tidak mau menjadi
sombong. Bahkan ada nyanyiannya...
...bukan yang congkak, bukan yang sombong; yang disayangi
handai dan taulan....
so easy to say, but too uneasy to do, ai'?
Kenyataannya, seperti kita lihat sendiri di kehidupan sehari-hari..banyaaak
sekali orang yang terjangkit penyakit sombong ini..menyerang
segala usia, tak peduli suku, agama dan lokasi..pokoknya banyak
deh...Menurut saya, ini karena kebanyakan dari kita memang
tidak sadar bahwa kita ini sombong. kalau dibilang "kamu
kok sombong sih sekarang?", biasanya jawaban spontan
kita pasti "masa sih? perasaan ngga deh, biasa aja"...(Catatan:
ini jawaban standar saya..hahaha)
Kalau menurut saya, orang jadi (kelihatan) sombong karena:
1. Tipis bedanya antara bangga dan sombong:
coba aja ada yang bilang "eh, gue baru dibeliin Audi
Coupe lho..padahal Altis yang kemarin masih bagus...emang
nih bokap gue super baik deh..." mungkin aja dia ngga
ada maksud pamer, cuma lagi seneng dapet hadiah dari bokapnya.
Kalo kita orangnya lagi bad mood atau emang ngga terlalu kenal
atau emang tipe orang yang cepet ill-feel alias pundungan
pasti komentarnya (biasanya dalam hati aja) "pera' loe!"
2. Pemalu atau pendiam (apalagi kombinasi keduanya):
betul lho, orang pemalu sering disangkain sombong (karena
malu memulai negor duluan, atau malu memulai percakapan) sedangkan
orang pendiam sering disangkain jaim (padahal emang orang
tipe gini stock suaranya emang ga banyak, orang pendiam biasanya
lebih nyaman ngedengerin orang aja sambil manggut-manggut
atau mesem-mesem).
3. EGO: ini biasanya kalo kita keduluan
disombongin..kita suka bales nyombong juga...(guee bangggeeeet..hahahaha)
Tapi kalo dipikir-pikir, emang banyak sebab yang menyebabkan
seseorang jadi sombong; bukan hanya kelihatannya tapi emang
dari lubuk hati yang paling dalam secara tak sadar dia sombong;
karena menganggap diri punya sesuatu yang lebih.
Ini nih, dari hasil bengong semaleman (plus dulu ikut pelajaran
etika, agama,dll) kayaknya bisa dirangkum sumber kesombongan
manusia, sebagai berikut saudara-saudara (duh, mulai kena
penyakit sombong nih):
Sombong Karena Harta
Ini yang agak jelas. Orang kaya merasa segalanya bisa dibeli,
termasuk teman dan persahabatan. Orang kaya suka merasa agak
jijik main ke tempat orang miskin karena becek, panas, banyak
tikus, sampah berceceran dimana-mana, dll. Orang kaya suka
merasa kalau ada uang (termasuk credit card juga), maka segalanya
lancar jayaa.... Dan karena lagi jamannya, kebanyakan dari
kita (termasuk saya) pengen kaya karena sebab-sebab diatas.
Ada uang abang disayang.
Tapi...herannya, ternyata banyak juga orang kaya yang ngga
sombong...beneran..banyak orang kaya yang bisa bergaul dengan
siapa aja, ngga liat-liat asal-usul, bawa mobil mewah apa
ngga...banyak juga orang kaya yang kalo main ke kampung becek
biasa aja (bukan pura-pura berempati). Banyak orang-orang
gedongan yang emang kaya beneran yang lebih rendah hati dari
orang kaya yang levelnya masih serba nanggung...
Sombong Karena Berwajah Ganteng atau Cantik (Termasuk
didalamnya Berbodi Seksih)
Yang ini juga sering kelihatan dimana-mana. Mentang-mentang
keren suka ngatain temen yang jelek...yang udah tua kayak
bapak-bapak/ibu-ibu juga suka begitu kok....Dalam percintaan
remaja banyak nih contoh..misalnya seorang pemuda berwajah
sedang ke bawah menyatakan cinta-nya kepada pemudi yang paling
cakep se kelurahan, sering dari mulut pemudi keluar kata-kata
penolakan disertai penyombongan diri :" apa? cinta ama
gue? ngga salah tuh? ngaca dong!!!"
Terus ada juga yang mengatakan, salah satu bentuk kesombongan
kelebihan fisik ini adalah dengan memamerkan anggota badan
yang dianggap seksih...contohnya banyak, kalo jalan ke mall...tuh
kan banyak keliatan...(dalam hal ini saya punya standar ganda:
setuju kalo memamerkan keseksian itu emang kurang baik, tapi
dilain sisi saya termasuk penggemar juga, maafkanlah saya
yaa..)
Yang jelas nih, saya paling respek sama orang cakep yang
sikapnya biasa aja...malah suka ngingetin kalo niat ngata-ngatain
orang udah melintas di kepala dan keluar dari bibir...
Sombong Karena Agama atau Kadar Kealiman (HOLIER
THAN THOU Syndrome).
Nah ini dia penyakit lama tapi baru terus, yang mungkin sepanjang
sejarah manusia sering jadi bahan pertengkaran. Udah jelas-jelas
sombong dilarang Tuhan dan agama, tapi bahkan banyak para
pemuka agama (dari semua agama!) sama aja suka mempertontonkan
kesombongan. Mulai dari suka rese' ngomentarin agama lain
(kok itu begitu..padahal di agamaku itu begini,dll) sampai
yang paling parah suka menghina pemeluk agama yang berbeda.
Ujung-ujungnya ya kalo ngga berantem ya perang, bunuh-bunuhan
atau bacok-bacokan...kita ini sadar ngga sih apa sebenarnya
yang terjadi? Semua gara-gara kita ngga sadar kalau kita itu
udah jadi SOMBONG!
Nah itu kalau antar agama, bahkan dalam satu pemeluk agama
aja banyak juga yang mempertontonkan kesombongan. Merasa lebih
dekat dengan Tuhan, merasa lebih alim, merasa satu-satunya
yang pasti masuk surga...jadinya kalo pilih temen suka diseleksi
biar ngga berkurang kadar kesuciannya...ya gitulah...malah
ada yang punya niat untuk ngebunuhin orang-orang lain yang
dia anggap sudah terlalu jelek kadar keimanannya. Orang yang
kayak gini biasanya suka bete terus bawaannya...hahahah...
Untungnya, banyak juga muncul orang-orang alim, tokoh agama
yang selain bijak juga membawa kesejukan serta kerendahhatian...ngga
peduli agamanya apa, kepada orang-orang inilah saya menghormat
dan menjadikan guru dalam hidup.
Sombong Karena Sukses atau Pintar
Orang sukses dan pintar serta berhasil di karirnya biasanya
sekaligus kaya. Jadi sombongnya bisa bertumpuk-tumpuk...:)
Yang kayak gini ngga usah dikomentarin....hahaha...susah ngalahinnya
Tapi ada juga orang-orang yang pintar dan sukses dalam pendidikan
(biasanya lulusan sekolah-sekolah top dunia) tapi tidak terlalu
berhasil di dunia materi (atau emang ngga niat jadi kaya raya)
yang tanpa sadar juga mempertontonkan kesombongan. Tandanya
khas sekali...mulai dari cara ngomong: kalo bisa ada selipan-selipan
istilah bahasa linggis, londo, latin campur-campur dengan
istilah-istilah yang kalo bisa bikin pusing yang denger atau
baca tulisannya...sampai pada kesukaan untuk meremehkan kemampuan
orang lain terutama kalau orang itu lebih sukses walaupun
dengan pendidikan seadanya....
Merasa diri paling hebat dan pintar..inilah sumber kesombongan
orang-orang tipe ini....biasanya memandang orang sederajat
hanya bila orang lain mempunyai titel yang (minimal) sama
panjangnya...kalo bisa temenan ama yang punya nama Prof. DR
Fulan Msc, Msi, MBA, PhD..lulusan Amerika, UK, Australia...kalo
di Indo khusus lulusan UI, ITB, UGM, ITS, IPB...pokoknya sesama
alumni universitas top deh...cieeeeee. Yang paling parah adalah...orang
kayak gini, udahlah merasa paling hebat tapi biasanya jago
teori doang..
Tapi seperti dalam ilmu persilatan, dimana biasanya orang-orang
paling mumpuni ilmunya-lah yang paling rendah hati tak suka
membanggakan kepintaran dan mau membagi ilmu dengan arif (tanpa
menggurui), dalam hidup saya sudah banyak saya temui orang-orang
pintar yang menganut ilmu padi: makin berisi makin merunduk.
Walaupun jumlahnya selalu lebih sedikit dari yang congkak,
tapi selalu jadi inspirasi untuk tetap low profile.
Sombong Karena Masih Muda
Nah ini dia! Kalau masih muda kita jarang inget kalau kita
juga lagi congkak-congkaknya...:) Suka kurang ajar ama orang
tua, suka ngga inget Tuhan karena merasa mati masih lama...hahaha..ya
kaaan? Kalo masih muda sombong itu kita pertontonkan habis,
kalo dijalan pake motor kalo ngga ngebut en nyelip sana-sini
(kalo bisa rada mepet) rasanya kok gimana gitu...Ya inilah
orang muda, biasanya semakin umur bertambah semakin bijak
juga pola pikirnya (ada juga sih yang ngga sadar-sadar) tapi
itulah untungnya ada masa muda..dimana banyak hal yang akan
dimaafkan oleh sang waktu.
Tapi seperti pesan MTV (masih ada ngga pesan ini?)..kalau
bisa hormatilah orang tua (bukan hanya ayah dan ibu aja lho)
tapi semua yang lebih tua..jangan kebangetan kurang ajarnya...karena...Someday
we'll be old too
Panjang juga jadinya ya...ini pun maksudnya sebenarnya bukan
menggurui ataupun menganggap diri saya bukanlah orang yang
sombong. Justru ini semacam perenungan untuk mengingatkan
diri sendiri untuk selalu menjauhi sikap sombong. Ya gimana..saya
ini sering tanpa sadar suka ikut-ikutan sombong padahal ngga
kaya, ngga ganteng, ngga pinter, ngga alim dan udah ngga muda
pula!
Penyakit utama kesombongan adalah sebuah paradoks; banyak
orang menyombong dengan mengatakan "saya tidak sombong"
Terima kasih buat teman-teman yang diam-diam saya jadikan
panutan karena kamu selalu rendah hati walaupun kamu punya
segalanya: kaya, pintar, cakep dan sukses; you know who you
are...thanks, guys!
|