beranda.net logo

beranda > artikel > can't spell success without u


Can't Spell Success Without U

D. Manggala (23 Juli 2004)

Slogan "Can't Spell Success Without U" ini sering kita dengar ya....Setelah lama dipikir-pikir, memang ucapan itu benar sekali. Keberhasilan hampir tidak bisa dicapai kalau kita tidak bantu oleh orang lain. Sehebat-hebatnya Spiderman dia juga masih butuh MJ (heheheh...).

Di dunia kerja, slogan diatas sangat sering kita dengar tapi ternyata susah juga dilaksanakan. Gagalnya teamwork, menurut saya, adalah masalah terbesar di kantor-kantor, dari kantor pemerintah sampai kantor-kantor swasta. Banyak sekali organisasi yang anggotanya rata-rata mempunyai IQ diatas 130, tapi sebagai sebuah kelompok menghasilkan keputusan yang setara dengan keputusan yang diambil oleh anak yang punya IQ 50. Contohnya banyak lhoo...(silakan cari sendiri).

Intinya, bekerja dengan orang lain itu ngga gampang ternyata...apalagi kalo yang diajak kerja itu buanyak sekalii...ada yang senengnya kerja malem, ada yang senengnya kerja siang; ada yang senengnya banyak meeting, ada yg lebih suka yang penting dikerjain dulu...ada yang rame, ada yang benci orang rame, ada yang suka singkong, ada yang suka keju, de el el..de el el...

Itu baru kerja di kelompok kecil kayak di kantor; belum untuk tugas yang lebih besar kayak mimpin negara.

Kalau orang jadi presiden, mestinya yang dipikirin adalah pihak yang paling penting buat tugas dia...yaitu rakyat!

Tanpa bantuan rakyat, seorang presiden ngga akan pernah bisa disebut sukses. Kaya bukan ukuran sukses ....Lama menjabat bukan ukuran sukses...terkenal bukan ukuran sukses (kata Bung Wimar Witoelar, orang yang terjun dari Monas juga bisa terkenal).

Sukses itu apabila seorang presiden dicintai rakyat. Dia dicintai rakyat karena keputusannya mengutamakan rakyat dan bikin maju negara. Presiden yang kayak beginilah yang bakal dikenang sejarah...

Bukannya kalau bikin keputusan yg diuntungkan cuma anak..atau suami..atau istri...atau adik..atau famili dan konco-konco..atau partai dia aja. Kalau rakyat tidak maju, seorang presiden tidak akan pernah bisa dikatakan sukses; sejarah yang akan membuktikan apakah seorang pemimpin bisa disebut sukses atau ngga....

Jadi siapapun presidennya nanti, ini kesempatan buat dia untuk membuktikan apakah dirinya memanfaatkan kesempatan ini untuk dicatat dengan tinta emas sejarah (cieeee.....) atau hanya pengen dicatat sebagai pemimpin yang berkuasa berpuluh-puluh tahun tapi kerjanya ngerampok negara doang (gabung ama Soeharto, Marcos, presiden Rumania..siapa gitu namanya lupa, Idi Amin..hiii..)

Kalau presiden yang terpilih nanti mengerti benar apa arti "sukses" sebagai pemimpin, ini kesempatan buat dia untuk melakukan sesuatu kebaikan, yang mungkin seratus tahun dari sekarang, anak cucu kita akan membaca buku sejarah menyebut dia sebagai "presiden yang meletakkan dasar-dasar kebangkitan Indonesia setelah bertahun-tahun terpuruk dalam krisis" kayak kita sekarang membaca "Restorasi Meiji" dalam sejarah Jepang.

Siapapun orangnya, laki atau perempuan...militer atau sipil...suka nyanyi atau suka ngelawak....kalau setelah lima tahun menjabat ternyata presiden itu juga cuma mikirin keluarga, konco dan partainya...atau cuma kesempatan buat ngerampok negara aja...mari kita nyanyikan rame-rame lagunya Nugie "PENIPUUUUUUUUUUU.....".

Itu aja? Ngga dong...kan setelah itu ada Pemilu lagi...:)