D. Manggala (15 Mei, 2005)
Implementasi
konsep Lean dan Six Sigma di dunia bisnis/swasta sudah beberapa
tahun berjalan dan banyak perusahaan yang mulai mendapatkan
manfaat berupa peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam
kinerja perusahaannya. Walaupun dimulai di dunia manufaktur,
kedua metode tersebut lambat laun mulai diterapkan di dunia
jasa, transaksional dan administratif. Industri keuangan,
perhotelan, dan teknologi informasi dikabarkan sangat gencar
melakukan perbaikan disana-sini menggunakan konsep Lean
dan juga Six Sigma.
Bagaimana
dengan sektor publik dan lembaga pemerintah?
Pandangan
umum yang beredar adalah dunia swasta/bisnis berbeda dengan
jasa pelayanan publik dan lembaga pemerintahan. Walaupun
pandangan tersebut memang benar, namun dalam hal perbaikan
proses sebaiknya kita yang bergerak di industri swasta ikut
membantu menyebarluaskan konsep Lean dan Six Sigma ini untuk
diterapkan di dunia pelayanan publik. Kenapa? pada akhirnya
KITA semua akan mendapat manfaatnya: baik masyarakat umum,
sektor swasta, maupun lembaga pemerintah sendiri.
Mungkin
timbul pertanyaan, lalu dibidang apa konsep Lean dan Six
Sigma ini bisa diterapkan dalam sektor publik?
Jawabannya
adalah disegala sektor.
Pernahkah
kita, sebagai konsumen, mencatat berapa kali terjadi pemadaman
listrik dalam setahun? Berapa rata-rata waktu pembuatan
KTP atau Paspor atau SIM? Berapa jumlah kegagalan penanganan
pasien di rumah sakit pemerintah? Berapa lama waktu pengurusan
suatu dokumen, misalnya pertanahan atau perijinan usaha,
di suatu instansi?
Apakah
kita, sebagai konsumen mempunyai keinginan tertentu untuk
jasa publik? TENTU! Kita tentu saja ingin agar pelayanan
listrik kita tidak pernah padam, atau paling tidak mempunyai
tingkat pemadaman yang sekecil mungkin? Kita juga tentu
ingin agar pembuatan KTP atau Paspor bisa secepat mungkin
dengan harga yang terjangkau. Apakah lembaga pemerintah
mempunyai target tertentu (spesifikasi) untuk pembuatan
KTP? Apakah mereka sudah menerapkan metode yang terstruktur
dalam memperbaiki prosesnya?
Nah,
menurut saya, disinilah opportunity yang kita punya.
Setiap pekerjaan merupakan proses, punya input dan output.
Punya supplier dan customer.
Lean dan Six Sigma merupakan metode terstruktur untuk memperbaiki
proses, apapun jenis prosesnya; baik untuk memproduksi barang,
pelayanan, maupun bersifat administrasi.
Masih
ingat tentang bencana akibat gundukan (tepatnya "gunung")
sampah di Leuwigajah? Bencana yang juga membuka mata kita
semua betapa buruknya koordinasi penanganan sampah di kota
Bandung (serta mungkin kota-kota lain di tanah air)? Untuk
perbandingan, kota Kingsport di negara bagian Tennesseee,
Amerika Serikat, mendapatkan penghargaan "Community
Good Works" dari American Society for Quality
(ASQ) karena pemerintah kota ini menggunakan konsep
Six Sigma untuk memperbaiki penanganan sampahnya.
Yang
pertama mereka lakukan adalah melakukan customer survey
untuk mendapatkan umpan balik dari masyarakat tentang apa
yang diinginkan pelanggan (yaitu warga kota disana). Berdasarkan
survei tersebut, mereka melakukan perbaikan agar pelayanan
penanganan sampah sesuai dengan keingnan warga dengan tingkat
variasi yang rendah.
Mungkin
banyak yang berpendapat, tentu saja disana mereka bisa...disana
kan sudah sangat maju. Mereka punya dana yang lebih banyak.
Menurut saya, disitulah inti dari peningkatan efisiensi
dan efektivitas yang ingin kita lakukan. Dengan dana terbatas,
kita ingin melakukan yang lebih baik. Doing
more for less adalah inti dari konsep Lean
dan Six Sigma.
Untuk
contoh yang lebih dekat, Singapura dan Malaysia sudah mulai
mempelajari dan menerapkan konsep Lean dan Six Sigma dalam
peningkatan pelayanan publik. Alexandra Hospital di Singapore
sudah menerapkan Six Sigma untuk meningkatkan turn araoun
time (TAT) dalam pelayanan pasien, mereka menargetkan (dan
berhasil) untuk merampingkan proses sehingga dalam 60 menit
seorang pasien sudah mendapatkan pemeriksaan dari dokter
spesialis dan menerima obat. Inisiatif peningkatan pelayanan
menggunakan metode yang sama sudah mulai diterapkan pada
paling tidak oleh 7 badan pemerintah di Singapore.
Bukan Hanya Masalah Statistik
Pandangan yang salah tentang Six Sigma adalah bahwa ini
merupakan konsep statistik belaka atau juga pendapat bahwa
pelayanan publik tidak memerlukan kualitas sekelas 6 sigma
(atau hanya 3.4 cacat dalam sejuta proses).
Bahwa metode six sigma menggunakan konsep-konsep statistik
adalah benar, dan menargetkan target ideal 3.4 DPMO (defects
per million opportunities) adalah juga benar, namun pada
dasarnya yang penting adalah kita ingin menggunakan metode
yang terstruktur berdasarkan data dan fakta untuk mengambil
keputusan dalam memperbaiki kinerja kita.
Penerapan Six Sigma juga tidak memerlukan seorang profesor
atau doktor statistik, konsepnya cukup gampang dipelajari,
yang susah memang tinggal implementasinya.
Kendala Penerapan Kosep Lean dan Six Sigma pada
Sektor Publik
Merangkum tulisan NK Khoo dari Lean Sigma Institute, kendala
utama penerapan ini tentu tak lain dan tak bukan adalah
musuh utama Bangsa Indonesia yakni KKN (Korupsi, Kolusi,
Nepotisme). Selain itu, sektor pelayanan publik dan badan
pemerintah juga biasanya tidak punya insentif untuk meningkatkan
kinerja, karena pada umumnya adalah satu-satunya badan di
sektor itu dan juga karena faktor lain seperti masalah politik
dan penghargaan yang cenderung berdasarkan masa kerja/senioritas.
Selain itu, tantangan utama lain adalah paradigma akan
pelanggan. Banyak pelayanan publik yang "lupa"
bahwa masyarakat adalah pelanggan, dan mereka membayar (pajak,
retribusi, dan ongkos ini itu) untuk dilayani. Sehubungan
dengan hal ini, organisasi pemerintah sering tidak mempunyai
pandangan yang seragam akan proses mereka sendiri (artinya
perlu ada studi seperti value stream mapping).
Hal yang Membuat Mungkin
Dari pengamatan saya, masyarakat kita yang lulus SMU secara
umum dapat memahami konsep-konsep Lean dan Six Sigma dengan
mudah (pengalaman pribadi dalam berinteraksi dalam workshop
dan training). Selain itu pejabat-pejabat pemerintah kita
adalah orang-orang terdidik yang pintar, lulusan dari sekolah-sekolah
top dunia.
Artinya apa? Artinya, secara pribadi mereka pasti tahu
dan familiar dengan konsep seperti Lean dan Six Sigma. Implementasi
untuk sekarang ini memang sulit mengingat kompleksnya permasalahan
negara kita. Namun untuk memulai, tentunya bisa dari sekarang.
Kalau Malaysia dan Singapura bisa, kenapa kita tidak?
Lompatan
Ada sedikit pesimisme, apakah mungkin kita bisa memperbaiki
kinerja organisasi pemerintah dan pelayanan publik dengan
kondisi kita sekarang. Kalau kita optimis, seharusnya bisa.
Lean dan Six Sigma mungkin bisa jadi tumpuan untuk melakukan
lompatan...seperti Jepang melakukan lompatan menggunakan
quality tools yang dipelajari dari Deming dan Juran
pasca Perang Dunia II.
Sejarah telah mengajarkan kita bagaimana kita sudah melompat
dengan bantuan teknologi. Ingatkah kondisi telekomunikasi
kita di tahun 80-an? Banyak wacana waktu itu mengenai berapa
puluh tahun yang diperlukan oleh Indonesia untuk mengejar
ketertinggalan dalam infrastruktur telekomunikasi. Negara-negara
maju di tahun 80-an mempunyai sambungan telepon tetap yang
sudah menjangkau pelosok-pelosok daerah, namun kita di Indonesia
masih hanya sampai daerah perkotaan saja. Tapi apa yang
terjadi? Teknologi wireless mengubah segalanya.
Dengan telepon selular, sekarang hampir semua pelosok sudah
terjangkau komunikasi dan sebentar lagi internet....dari
sisi komunikasi kita sudah hampir menyamai negara-negara
maju.
Artinya, tiap saat kita punya peluang untuk melompat.
Masyarakat swasta/bisnis punya kewajiban untuk membantu
badan pemerintah untuk mempelajari Lean dan Six Sigma, karena
pada akhirnya itu akan juga menguntungkan swasta. Bayangkan
kalau proses birokrasi semakin cepat dan murah, reliability
listrik dan telpon makin baik, betapa nyamannya berinvestasi
di Indonesia...:)
Tentu saja, untuk mendukung semua itu kita mesti sama-sama
memberantas KKN!
Mungkin ini sebuah utopia....tapi mimpi akan membuat kita
berlari mengejarnya...:)
Referensi:
Halliday, Stephen. "Improving Service and Public Sector
Organisations." Accessed from http://www.onesixsigma.com/experience/white_papers/whitepaper_pages/shalliday_wp6.php
Khoo, NK. "How Six Sigma Can Effectively Integrated
into the Government Agencies?"
Lean Sigma Institute, accessed via Google.
Ruller, Dave. "Kingsport Public Works Uses Six Sigma
To Do More With Less." City
of Kingsport, accessed via Google.
SPEECH BY MR LIM SIONG GUAN, HEAD, CIVIL SERVICE AT THE
12TH PS21-MFE FORUM ON ORGANISATIONAL EXCELLENCE, 9 AM,
29TH AUGUST 2002, INSTITUTE OF PUBLIC ADMINISTRATION AND
MANAGEMENT. Accessed from
http://app.mof.gov.sg/news_speeches/speechdetails.asp?speechid=71